Tidak jauh dari bangunan Kakbah terdapat sebuah bangunan kecil yang didalamnya ada semacam batu. Itulah yang disebut sebagai Maqam Ibrahim. Bangunan yang terletak di halaman Kakbah itu sangat mudah ditemukan para jamaah karena hanya berjarak beberapa meter dari pintu Kakbah.
Maqam yang berarti tempat pijakan. Ketika Nabi Ibrahim membangun Kakbah, beliau menggunakan batu sebagai pijakan. Jadi maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak ketika membangun Kakbah. Pada batu tersebut terdapat bekas (cap) telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa batu ini turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Konon batu pijakan ini layaknya seperti tangga berjalan yang bisa naik dan turun membawa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Kakbah. Ketika tembok Ka’bah ditinggikan, batu pijakan tersebut juga ikut naik layaknya seperti tangga.
Bagi jamaah yang sedang di Masjidil Haram disunahkan shalat dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim setelah menyelesaikan thawaf. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. (Slamet Riyanto)
Maqam yang berarti tempat pijakan. Ketika Nabi Ibrahim membangun Kakbah, beliau menggunakan batu sebagai pijakan. Jadi maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak ketika membangun Kakbah. Pada batu tersebut terdapat bekas (cap) telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa batu ini turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Konon batu pijakan ini layaknya seperti tangga berjalan yang bisa naik dan turun membawa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Kakbah. Ketika tembok Ka’bah ditinggikan, batu pijakan tersebut juga ikut naik layaknya seperti tangga.
Bagi jamaah yang sedang di Masjidil Haram disunahkan shalat dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim setelah menyelesaikan thawaf. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. (Slamet Riyanto)
Kakbah berbentuk bangunan segi empat, pada salah satu bagian luar sisinya yaitu bagian utara terdapat bangunan setengah lingkaran, itulah yang disebut dengan Hijir ismail.
Jadi Hijir Islamil adalah merupakan sebuah tempat yang berada disalah satu sisi bangunan kakbah berbentuk setengah lingkaran, yang dibatasi dengan pagar marmer setinggi 1,5 m pada sisi setengah lingkarannya.
Dalam sejarahnya tempat ini pernah digunakan oleh Nabi Ibrahim untuk membuat sebuah tempat berteduh yang terbuat dari pohon arok, fungsinya untuk berteduh Siti Hajar dan putranya yang bernama Ismail.
Di area setengah lingkarang dengan diameter 8,46 meter itu para jamaah berebut untuk menunaikan sholat sunah dua rakaat, karena dipercaya sholat di area hijir Ismail sama dengan sholat di dalam Baitullah.
Sesuai sabda Rasulullah SAW, sebagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka'bah. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. dari 'Aisyah r.a. katanya; "Aku sangat ingin memasuki Ka'bah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. membawa Siti 'Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah kamu di sini jika kamu ingin sholat di dalam Ka'bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah.
Perlu diketahui oleh para jamaah, bahwa sholat di Hijir Ismail adalah sunnah, ibadah ini tidak ada kaitannya dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau Umroh. (Slamet Riyanto)
Jadi Hijir Islamil adalah merupakan sebuah tempat yang berada disalah satu sisi bangunan kakbah berbentuk setengah lingkaran, yang dibatasi dengan pagar marmer setinggi 1,5 m pada sisi setengah lingkarannya.
Dalam sejarahnya tempat ini pernah digunakan oleh Nabi Ibrahim untuk membuat sebuah tempat berteduh yang terbuat dari pohon arok, fungsinya untuk berteduh Siti Hajar dan putranya yang bernama Ismail.
Di area setengah lingkarang dengan diameter 8,46 meter itu para jamaah berebut untuk menunaikan sholat sunah dua rakaat, karena dipercaya sholat di area hijir Ismail sama dengan sholat di dalam Baitullah.
Sesuai sabda Rasulullah SAW, sebagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka'bah. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. dari 'Aisyah r.a. katanya; "Aku sangat ingin memasuki Ka'bah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. membawa Siti 'Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah kamu di sini jika kamu ingin sholat di dalam Ka'bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah.
Perlu diketahui oleh para jamaah, bahwa sholat di Hijir Ismail adalah sunnah, ibadah ini tidak ada kaitannya dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau Umroh. (Slamet Riyanto)

