Parfum Timur Tengah (Arab) mempunyai aroma yang khas, sebagian besar jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji atau umroh hampir dipastikan memakai parfum yang berbahan dasar bunga atau kayu ini. Parfum yang terkenal dengan bahan dasar tanpa alkohol ini selalu menjadi ciri khas buah tangan bagi jamaah yang baru pulang dari tanah suci Mekah.
Bagi penikmat parfum Arab, Jeddah adalah surga untuk berbelanja parfum. Namun para jamaah belum tentu transit di Jeddah dengan waktu lama. Kota mekah tidak kalah reputasinya jika ingin mencari parfum aroma timur tengah ini.
Aroma parfum Arab yang biasa digunakan para jamaah untuk keperluan ibadah adalah : Parfum seribu bunga, Silver, Malaikat Subuh, Melati, Kenanaga, hajar aswad, dan lain-lain
Agar Anda tidak salah pilih parfum, berikut tips memilih parfum yang sesuai:
Bagi penikmat parfum Arab, Jeddah adalah surga untuk berbelanja parfum. Namun para jamaah belum tentu transit di Jeddah dengan waktu lama. Kota mekah tidak kalah reputasinya jika ingin mencari parfum aroma timur tengah ini.
Aroma parfum Arab yang biasa digunakan para jamaah untuk keperluan ibadah adalah : Parfum seribu bunga, Silver, Malaikat Subuh, Melati, Kenanaga, hajar aswad, dan lain-lain
Agar Anda tidak salah pilih parfum, berikut tips memilih parfum yang sesuai:
- Mengenali aroma parfum yang diinginkan. Jika sudah permah memiliki parfum dengan aroma khas, Anda tinggal bilang kepada penjualnya jenis aroma yang diinginkan. Namun jika belum usahakan ada referensi dari teman. Karena di toko akan menghadapi aneka aroma, dan Anda dipastikan kebingungan memilih.
- Membeli Parfum Pada Siang Hari Usahakan belanja parfum pada siang hari, yang pasti karena lebih terang sehingga tidak salah pilih, alasan lain adalah pada siang hari daya penciuman manusia lebih tajam dibanding malam hari.
- Disarankan tidak memakai wewangian yang lain ketika ke toko parfum, agar penciuman Anda lebih fokus.
- Uji Coba. Untuk pertama kali mengenali aroma, jangan langsung di tubuh atau pakaian tapi gunakan media lain, setelah menemukan aroma yang cocok barulah digunakan pada tubuh atau pakaian. (Slamet Riyanto)
Ketika akan menunaikan ibadah Haji atau Umroh, kita wajib mengenakan pakaian ikhram. Kapan pakaian ikhram digunakan tergantung miqadnya, yaitu miqad makani (berdasarkan tempat) atau zamani (berdasarkan waktu).
Setidaknya ada sebelas larangan ketika kita telah mengenakan pakaian ikhram, dan niat untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Jika larangan tersebut dilanggar maka wajib mereka membayar dam.
Sebelas larangan ketika kita ikhram adalah:
Setidaknya ada sebelas larangan ketika kita telah mengenakan pakaian ikhram, dan niat untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Jika larangan tersebut dilanggar maka wajib mereka membayar dam.
Sebelas larangan ketika kita ikhram adalah:
- Dilarang melanggar perintah agama
- Dilarang memotong dan atau mencabut rambut, memotong kuku, menggaruk kulit sampai kulit terkelupas atau mengeluarkan darah. Apabila rambut atau kuku terlepas dengan tidak disengaja, maka ia tidak dikenakan denda.
- Dilarang menggunakan wangi-wangian termasuk yang ada pada sabun, makanan dan minumannya
- Dilarang bertengkar, berbantah-bantahan, dan atau berkata kotor, juga melakukan perbuatan yang menggangu dan menyakiti sesama muslim.
- Dilarang bermesraan dengan suami isteri dan atau orang lain, begitu juga mengadakan hubungan dengan isteri, atau menjamahnya dengan syahwat.
- Dilarang memungut barang temuan, kecuali jika bermaksud untuk diumumkan.
- Dilarang menikah atau menikahkan orang lain.
- Dilarang membunuh binatang buruan atau membantu berburu, termasuk menghalau binatang.
- Dilarang memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk di tanah haram.
- Dilarang bersolek atau make-up
- Bagi Pria dilarang mengenakan penutup kepala yang melekat, memakai pakaian berjahit, dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki. Namun, menggunakan payung atau berteduh didalam kendaraan diperbolehkan. Sedangkan untuk wanita tidak boleh menutup wajah dan memakai sarung tangan sehingga menutup telapak tangannya. Namun bila bertatap muka dengan kaum pria yang bukan mahram, maka ia wajib menutup mukanya dengan kerudung atau semacamnya. (Slamet Riyanto)
Padang tandus yang sangat luas penuh bebatuan, terik matahari menyengat hingga temperatur diatas 40 derajat celsius, air sangat terbatas, sejauh mata memandang deretan pegunungan batu membentang sampai setengah lingkaran wilayah, itulah Padang Arafah yang merupakan replika Padang Mahsyar dihari kebangkitan kelak. Tempat inilah yang digunakan ibadah wukuf jamaah Haji pada tanggal 9 Zulhijah.
Namun itu cerita 15 tahun yang lalu, pemerintah Arab Saudi telah berupaya agar dapat melayani jamaah Haji dengan lebih baik. Jangan khawatir bagi jamaah Haji, pada musim Haji ribuan tenda didirikan untuk berlindung saat wukuf atau berhenti para jamaah Haji, bahkan untuk ONH Plus tenda-tenda itu dilengkapi dengan alat pendingin udara. Bagi yang ingin diluar tenda saat ini sudah banyak tumbuh tanaman perindang. Bahkan pada saat hari wukuf akan dibuat hujan buatan, bintik-bintik air disemprotkan melalui pipa-pipa yang menjulang ke udara, tujuannya untuk menaikkan tingkat kelembaban udara sehingga dapat mengurangi panas sengatan matahari.
Arafah adalah tempat penting bagi jamaah haji, disinilah tempat ibadah wukuf, tempat paling ijabah untuk berdoa ketika musim haji. Tempat yang juga disebut Masy’aril Haram ini merupakan tempat bertemunya Nabi Adam a.s dengan Siti Hawa setelah keduanya berpisah selama 200 tahun sejak turunnya dari surga. Keduanya bertemu disebuah bukit yang kemudian diberi nama bukit Rahmah yang artinya kasih sayang. Di bukit itu pula didirikan sebuh tugu, maka bukit itu dikenal dengan jabal rahmah.
Jika kita berada di Arafah, sejauh mata memandang setengah wilayah itu dibatasi oleh deretan pegunungan, di ujung utara terdapat Jabal Rahmah, dan di ujung sebelah barat terdapat sebuah bukit bebatuan, di tempat inilah yang sering digunakan Rasulallah untuk berkhutbah. Pada hari-hari biasa disaat sore atau pagi wilayah ini sangat indah, oleh karena itu selalu menjadi tempat tujuan wisata. Tak jauh dari jabal rahmah banyak jasa naik onta bagi wisatawan yang ingin menaiki binatang gurun ini.
Jarak Arafah dari kota Makkah sekitar 25 km arah tenggara Makkah, pada hari biasa ditempuh dalam waktu kurang dari setengah jam, namun di musim haji perjalanan Makkah ke Arafah bisa berjam-jam karena padatnya lalu lintas oleh kendaraan dan pejalan kaki. (Slamet Riyanto)
Namun itu cerita 15 tahun yang lalu, pemerintah Arab Saudi telah berupaya agar dapat melayani jamaah Haji dengan lebih baik. Jangan khawatir bagi jamaah Haji, pada musim Haji ribuan tenda didirikan untuk berlindung saat wukuf atau berhenti para jamaah Haji, bahkan untuk ONH Plus tenda-tenda itu dilengkapi dengan alat pendingin udara. Bagi yang ingin diluar tenda saat ini sudah banyak tumbuh tanaman perindang. Bahkan pada saat hari wukuf akan dibuat hujan buatan, bintik-bintik air disemprotkan melalui pipa-pipa yang menjulang ke udara, tujuannya untuk menaikkan tingkat kelembaban udara sehingga dapat mengurangi panas sengatan matahari.
Arafah adalah tempat penting bagi jamaah haji, disinilah tempat ibadah wukuf, tempat paling ijabah untuk berdoa ketika musim haji. Tempat yang juga disebut Masy’aril Haram ini merupakan tempat bertemunya Nabi Adam a.s dengan Siti Hawa setelah keduanya berpisah selama 200 tahun sejak turunnya dari surga. Keduanya bertemu disebuah bukit yang kemudian diberi nama bukit Rahmah yang artinya kasih sayang. Di bukit itu pula didirikan sebuh tugu, maka bukit itu dikenal dengan jabal rahmah.
Jika kita berada di Arafah, sejauh mata memandang setengah wilayah itu dibatasi oleh deretan pegunungan, di ujung utara terdapat Jabal Rahmah, dan di ujung sebelah barat terdapat sebuah bukit bebatuan, di tempat inilah yang sering digunakan Rasulallah untuk berkhutbah. Pada hari-hari biasa disaat sore atau pagi wilayah ini sangat indah, oleh karena itu selalu menjadi tempat tujuan wisata. Tak jauh dari jabal rahmah banyak jasa naik onta bagi wisatawan yang ingin menaiki binatang gurun ini.
Jarak Arafah dari kota Makkah sekitar 25 km arah tenggara Makkah, pada hari biasa ditempuh dalam waktu kurang dari setengah jam, namun di musim haji perjalanan Makkah ke Arafah bisa berjam-jam karena padatnya lalu lintas oleh kendaraan dan pejalan kaki. (Slamet Riyanto)
Tidak jauh dari bangunan Kakbah terdapat sebuah bangunan kecil yang didalamnya ada semacam batu. Itulah yang disebut sebagai Maqam Ibrahim. Bangunan yang terletak di halaman Kakbah itu sangat mudah ditemukan para jamaah karena hanya berjarak beberapa meter dari pintu Kakbah.
Maqam yang berarti tempat pijakan. Ketika Nabi Ibrahim membangun Kakbah, beliau menggunakan batu sebagai pijakan. Jadi maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak ketika membangun Kakbah. Pada batu tersebut terdapat bekas (cap) telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa batu ini turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Konon batu pijakan ini layaknya seperti tangga berjalan yang bisa naik dan turun membawa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Kakbah. Ketika tembok Ka’bah ditinggikan, batu pijakan tersebut juga ikut naik layaknya seperti tangga.
Bagi jamaah yang sedang di Masjidil Haram disunahkan shalat dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim setelah menyelesaikan thawaf. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. (Slamet Riyanto)
Maqam yang berarti tempat pijakan. Ketika Nabi Ibrahim membangun Kakbah, beliau menggunakan batu sebagai pijakan. Jadi maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak ketika membangun Kakbah. Pada batu tersebut terdapat bekas (cap) telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa batu ini turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Konon batu pijakan ini layaknya seperti tangga berjalan yang bisa naik dan turun membawa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Kakbah. Ketika tembok Ka’bah ditinggikan, batu pijakan tersebut juga ikut naik layaknya seperti tangga.
Bagi jamaah yang sedang di Masjidil Haram disunahkan shalat dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim setelah menyelesaikan thawaf. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. (Slamet Riyanto)
Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim bagi yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.
Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.
Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).
Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.
Pengertian Umroh Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu.
Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim) (Slamet Riyanto)





